kerana setiap sesuatu itu ada hikmahnya. moga ketemu.
30.3.10
28.3.10
stok
laporan ringkas dari CG.
konon-kononnya stok untuk cuti nanti. tapi tak pastila sempat ke tak. yang nombor 4-5 tu mungkin cepat sikit nak habis. ehe.
- langit ilahi 1 - galeri ilmu
- langit ilahi 2 - galeri ilmu
- nota fikir untuk zikir - galeri ilmu
- VERSUS - JS
- damai - JS
- denyut kasih medik - telaga biru
destination : pwtc
distance : plus minus 365km. (one way)
duration : 4hours and 5hours
friend history : with her other 3 friends
drivers : interchangeable (on the way back)
history of present journey : arrived there at 10am, going back at 3pm.
kerja yang tak berapa nak betul.
tapi, saya suka.
sebab saya dapat buktikan sesuatu kepada diri saya.
=D
24.3.10
surgery + radiopharmacy
week : fifth
department : surgery + radiopharmacy also known as nuclear medicine (jabatan ubat nuklear). tuudia nama jabatan, siap ada nuklear lagi.. huhu
++++++++++++++++++++++++++
wad pembedahan di blok C, tingkat 2 ( ke 3 eh? alamaks, lupa) hospital pulau pinang. kami ada dua hari di hospital untuk kelerksyip ni. ufh, klerksyip ni lah klerksyip yang paling banyak assignment kena buat. ada dua jabatan (pembedahan + radiofarmasi), tiap satu jabatan kena buat satu laporan individu dan satu laporan kumpulan. jadinya kena siapkan 4 laporan, dan perlu cari empat, diulangi, empat kes. phew! dan untuk kumpulan kami kena cari kes berkaitan ejen DTPA untuk jabatan radiofarmasi. kami dibahagikan kepada dua kumpulan kecil pula. nak jimatkan masa. satu kumpulan cari kes bagi surgery, satu kumpulan lagi cari kes untuk radiofarmasi. lepas dah dapat kes kumpulan, kami tukar. kumpulan yang cari kes untuk surgery tadi, pergi cari kes untuk radiofarmasi pula, dan sebaliknya.
cari kes untuk surgery agak membosankan. ehe. =p. dapat kes yang complicated, bersusun-susun ubat yang pesakit kena ambil. nanti kami kena senaraikan semua ubat yang dia ambil, dan tengok kalau ada DRP (drug-related problem) ke, ber komen pasal ubat tu la. ada empat wad khas untuk pembedahan sahaja. general surgery, accident, orthopedic, (ape dah ye satu lagi? hurmm). haa! untuk kes melibatkan pembedahan, biasanya pesakit kena ambil antibiotik sebelum dan selepas pembedahan. tapi tu bergantung kepada jenis pembedahan juga la.
untuk jabatan radiofarmasi,
kami ada sedikit penerangan daripada doktor pagi tu. berbincang tentang tugas-tugas ahli farmasi di jabatan ubat nuklear tu, bincang tentang jenis-jenis scan yang ada kat situ (CT, PET, PET-CT, MRI), prosedur yang perlu pesakit ikut sebelum menjalankan scan, ejen yang terlibat (FDG, DTPA, iodin, etc). lepas tu, kami dibawa melihat sekitar jabatan tu. err, aci tak kalau cerita pasal radiofarmasi ni saya serahkan kepada entri cik ekin? (ngeh, ekin. aku rasa macam malas pula nak bercerita panjang-panjang. alang-alang ko dah cerita dengan bersemangatnya kat dalam blog tu, aku pautkan aje lah ke blog ko ye. hehe)
pembentangan kes kumpulan (kumpulan sahaja. kalau nak bentang semua, tak cukup masa pula) pada hari jumaat. masa ni lah saya terjumpa dengan benda ni:

ia dipanggil Wong-Baker faces scale, untuk uji tahan kesakitan. biasa digunakan untuk kanak-kanak. kan kanak-kanak tak boleh bercakap apa tahap sakit dia. tapi saya rasa macam boleh guna je untuk kita. eheh.
23.3.10
dush!
white coat hypertension.. (erm, tak kot.. lebih kepada white coat tachycardia mungkin?).. ah! masih tak boleh nak jadi se'konfiden' yang boleh.. aiseh~ T_____T
trying..
trying..
in progress..
---------------------------------
nuclear medicine is a branch of medicine that utilize the unseen radioactivity to obtain functional and anatomical information for the treatment and diagnosis of medical disease.
22.3.10
kisah
oh tak sempat nak update blog. cerita klerk O&G tak terpublish pun lagi. ni dah masuk minggu yang baru pula.. minggu kelima dah pun. waa, tak sempat! ok, nak kongsi cerita ni sebenarnya. saya salin dan tampal empat segi-empat segi (tanpa edit) daripada group kisah-kisah motivasi di muka buku. semoga bermanfaat.. (koreksi diriku~)
-----------------------------------
Suatu ketika, hiduplah seorang pematung. Pematung ini, bekerja pada seorang raja yang masyhur dengan tanah kekuasaannya. Wilayah pemerintahannya sangatlah luas. Hal itu membuat siapapun yang mengenalnya, menaruh hormat pada raja ini.
Sang pematung, sudah lama sekali bekerja pada raja ini. Tugasnya adalah membuat patung-patung yang diletakkan menghiasi taman-taman istana. Pahatannya indah, karena itulah, ia menjadi kepercayaan raja itu sejak lama. Ada banyak raja-raja sahabat yang mengagumi keindahan pahatannya saat mengunjungi taman istana.
Suatu hari, sang raja mempunyai rencana besar. Baginda ingin membuat patung dari seluruh keluarga dan pembantu-pembantu terbaiknya. Jumlahnya cukup banyak, ada 100 buah. Patung-patung keluarga raja akan di letakkan di tengah taman istana, sementara patung prajurit dan pembantunya akan di letakkan di sekeliling taman. Baginda ingin, patung prajurit itu tampak sedang melindungi dirinya.
Sang pematung pun mulai bekerja keras, siang dan malam. Beberapa bulan kemudian, tugas itu hampir selesai. Sang Raja kemudian datang memeriksa tugas yang di perintahkannya. “Bagus. Bagus sekali, ujar sang Raja. “Sebelum aku lupa, buatlah juga patung dirimu sendiri, untuk melengkapi monumen ini.”
Mendengar perintah itu, pematung ini pun mulai bekerja kembali. Setelah beberapa lama, ia pun selesai membuat patung dirinya sendiri. Namun sayang, pahatannya tak halus. Sisi-sisinya pun kasar tampak tak dipoles dengan rapi. Ia berpikir, untuk apa membuat patung yang bagus, kalau hanya untuk di letakkan di luar taman. “Patung itu akan lebih sering terkena hujan dan panas,” ucapnya dalam hati, pasti, akan cepat rusak.”
Waktu yang dimintapun telah usai. Sang raja kembali datang, untuk melihat pekerjaan pematung. Ia pun puas. Namun, ada satu hal kecil yang menarik perhatiannya. “Mengapa patung dirimu tak sehalus patung diriku? Padahal, aku ingin sekali meletakkan patung dirimu di dekat patungku. Kalau ini yang terjadi, tentu aku akan membatalkannya, dan menempatkan mu bersama patung prajurit yang lain di depan sana.”
Menyesal dengan perbuatannya, sang pematung hanya bisa pasrah. Patung dirinya, hanya bisa hadir di depan, terkena panas dan hujan, seperti harapan yang dimilikinya.
*************************
Seperti apakah kita bercermin pada diri kita? Bagaimanakah kita menempatkan kebanggaan atas diri kita? Ada kalanya memang, ada orang-orang yang selalu pesimis dengan dirinya sendiri. Mereka, kerap memandang rendah kemuliaan yang mereka miliki.
Namun, apakah kita mau dimasukkan ke dalam bagian itu. Saya percaya, tak banyak orang yang menghendaki dirinya mau dimasukkan sebagai orang yang pesimis. Kita akan lebih suka menjadi orang yang bernilai lebih. Sebab, Allah pun menciptakan kita tak dengan cara yang main-main. Allah menciptakan kita dengan kemuliaan mahluk yang sempurna.
Dan teman, sesungguhnya, kita sedang memahat patung diri kita saat ini. Tapi patung seperti apakah yang sedang kita buat? Patung yang kasar, yang tak halus pahatannya, ataukah patung yang indah, yang memancarkan kemuliaan-Nya? Patung yang bernilai mahal, yang menjadi hiasan terindah, atau patung yang berharga murah yang tak layak diletakkan di tempat utama?
Memang, tak ada yang tahu akan ditempatkan dimana patung-patung diri kita kelak. Karena hanya Allah lah Maha Tahu. Karenanya, bentuklah patung-patung itu dengan indah. Pahatlah dengan halus, agar kita bisa ditempatkan di tempat yang terbaik, di sisi-Nya. Poleslah setiap sisinya dengan kearifan budi, dan kebijakan hati, agar memancarkan keindahan.
Subscribe to:
Posts (Atom)